Kampung Samin di Bojonegoro terletak di Dusun Jepang, Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, sekitar 70 km dari pusat kota. Masyarakat di sini memegang teguh ajaran Samin Sedulur Sikep (Saminisme), yang menjunjung tinggi kejujuran, kesederhanaan, dan anti-kekerasan. Kampung ini menjadi pusat budaya yang guyub rukun, terkenal dengan tradisi Nyadran atau Gemblang.
Berikut adalah poin-poin penting mengenai Kampung Samin Bojonegoro:
- Lokasi: Berada di kawasan hutan Margomulyo, perbatasan Bojonegoro (Jawa Timur) – Ngawi.
- Ajaran Samin: Masyarakat Samin atau Sedulur Sikep hidup dengan filosofi kejujuran, tidak suka mencuri, dan menolak membayar pajak pada masa kolonial. Mereka menghormati alam, melestarikan mata air, dan bercocok tanam sesuai musim.
- Kehidupan Sosial: Menerapkan prinsip gotong royong yang kuat. Kekerabatan terjaga meski ada perpaduan antara masyarakat muslim dan penganut ajaran Samin.
- Tradisi dan Budaya: Sering mengadakan kegiatan kebudayaan, termasuk Festival Samin, Nyadran (sedekah bumi), dan pertunjukan Wayang Thengul.
- Simbol Budaya: Terdapat Tugu Samin di Dusun Jepang yang diresmikan pada 2019 sebagai penanda identitas budaya Samin di Bojonegoro.
- Wisata Budaya: Menjadi destinasi studi, penelitian, dan wisata budaya untuk mempelajari kearifan lokal.

